5 Tempat Wisata Menarik Di Ubud Yang Harus Dikunjungi Ubud merupakan salah satu tujuan favorit di Bali yang terkenal akan keindahan, ketenangan, dan kedamaiannya. Hal ini dapat kita saksikan lewat film “Eat, Pray, Love” yang dibintangi oleh Julia Roberts. Diceritakan bahwa Liz (Julia Roberts) melakukan perjalanan ke banyak tempat di dunia untuk menemukan keseimbangan hidup, hingga akhirnya ia sampai ke Ubud dan menemukan keseimbangan hidup yang diinginkannya melalui bantuan Ketut Liyer. Dijadikannya Ubud sebagai latar film internasional tentu menjadi bukti bahwa dunia pun mengakui keindahan Ubud.
Selain menyuguhkan suasana penuh damai, Ubud juga terkenal dengan banyaknya galeri seni. Kesenian memang sudah menjadi identitas Ubud. Tak hanya lukisan dan benda-benda kerajinan, Ubud juga menyuguhkan pesona tarian Kecak, Barong, dan Legong, dan drama tari Ramayana & Mahabrata. Ada banyak aktivitas menarik yang dapat dilakukan di Ubud. Mulai dari mengikuti kelas yoga, bersepeda di tepian sawah dan memasuki perkampungan penduduk lokal, belajar memasak kuliner khas Bali, hingga berkonsultasi dengan “Balian” seperti yang dilakukan Liz. Selain aktivitas-aktivitas ini, Anda juga dapat mengunjungi sejumlah tempat wisata yang tersebar di berbagai penjuru Ubud, seperti berikut ini.
1. Pasar Seni Ubud
1. Pasar Seni Ubud
![]() |
| Sumber Gambar : worldinwords.wordpress.com |
Sejatinya pasar ini adalah pasar tradisional yang biasa kita temui. Namun melewati tengah hari, pasar ini akan berubah menjadi pasar seni. Ada banyak barang kesenian yang dijajakan di pasar ini. Anda dapat menemukan berbagai barang kesenian, mulai dari kain, pakaian, lukisan, pajangan dinding, tas, topi, aksesoris, dan lain sebagainya. Harga yang ditawarkan pun lebih murah dibandingkan tempat lainnya di Bali. Namun tentu jika Anda pandai menawar harga.
2. Museum Puri Lukisan
2. Museum Puri Lukisan
![]() |
| Sumber Gambar : ouradventureland.com |
Ubud merupakan salah satu sentra seni lukis Indonesia. Selain memiliki banyak galeri, Ubud juga memiliki banyak museum lukisan. Salah satunya adalah Museum Puri Lukisan. Museum ini memamerkan berbagai lukisan karya seniman Bali sebagai upaya mempertahankan identitas seniman lokal setelah sebelumnya banyak karya seni Bali yang berpindah ke luar negeri bahkan hilang. Berdiri di pertengahan tahun 1950-an, Museum Puri Lukisan menjadi tempat yang tepat untuk Anda mengetahui transformasi aliran seni Bali, mulai dari aliran tradisional hingga aliran modern.
3. Puri Agung Ubud
3. Puri Agung Ubud
![]() |
| Sumber Gambar : plesiryuk.com |
Inilah pusat pemerintahan Kerajaan Ubud di masa lampau yang terletak di tengah Ubud. Arsitektur bangunan dan tata ruang puri ini masih seperti pertama kali didirikan. Kini, Puri Agung Ubud menjadi pusat kegiatan seni budaya dan adat. Anda dapat menyaksikan pertunjukan tari di halaman depan puri, lebih tepatnya di Area Ancak Saji, dimana pertunjukan ini diselenggarakan setiap satu minggu sekali. Selain pertunjukan tari, Anda juga dapat menyaksikan kelompok seni musik Ubud berlatih di kawasan puri ini.
4. Taman Wanara Wana atau Monkey Forest
4. Taman Wanara Wana atau Monkey Forest
![]() |
| Sumber Gambar : epariwisata.com |
Bagi masyarakat lokal, hutan yang menjadi habitat monyet ini lebih dikenal dengan Taman Wanara Wana. Sedangkan wisatawan mancanegara lebih mengenal hutan ini dengan sebutan Monkey Forest. Hutan kecil nan asri ini menjadi habitat ratusan monyet sejak ratusan tahun yang lalu. Di sini Anda dapat berkeliling dan bercengkerama dengan para monyet. Hanya saja Anda tetap perlu berhati-hati, karena terkadang para monyet ini suka mengambil barang wisatawan, terutama makanan dan sesuatu yang berwarna kuning. Kearifan lokal menyebutkan bahwa hutan ini adalah hutan sakral. Hal itu dapat dilihat dari keberadaan Pura Pemanduan Suci, Pura Dalem Padangtegal, dan Pura Nista Mandala. Tak hanya itu, hutan ini juga memiliki makam desa dimana dilansungkannya upacara Ngaben.
5. Agro Wisata Bali Pulina
5. Agro Wisata Bali Pulina
![]() |
| Sumber Gambar : baligo.co |
Anda penggemar kopi luwak? Jangan hanya menikmati kopi seduhnya saja. Di Agro Wisata Bali Pulina, Anda dapat mengenal seluk-beluk kopi luwak, mulai dari perawatan tanaman kopi hingga pembuatan kopi luwak, termasuk melihat langsung para luwak penghasil kopi luwak. Di agrowisata ini, Anda akan melihat bangunan tradisional, peralatan pembuatan kopi, dan peralatan sawah yang juga merupakan barang tradisional Bali tempo dulu. Untuk masuk ke Agro Wisata Bali Pulina, Anda harus membayar tiket masuk seharga Rp 100.000. Biaya tersebut sudah termasuk berkeliling area Bali Pulina, mencicipi delapan jenis minuman, dan pisang kukus. Sebagai oleh-oleh, Anda dapat membeli berbagai varian kopi dan cokelat di Area Shop.





0 komentar:
Posting Komentar