Mak Itam sendiri merupakan nama panggilan sebuah lokomotif kereta E 1060 buatan Hartman Chemnitz di Jerman. Jadi, kehadiran Mak Itam ini sudah ada sejak dulu. Kereta Mak Itam yang berbahan bakar batubara ini dulu digunakan sebagai pengangkut batubara dari SawahLunto menuju Pelabuhan Teluk Bayur. Mak Itam membutuhkan sedikitnya 1 tob batubara untuk melakukan perjalanan bolak-balik. Dalam perjalanan, terdapat beberapa petugas yang berperan sebagai masinis, kelistrikan, layanan rem, dan juru api yang semuanya dikerjakan manual. Seiring dengan berjalannya waktu, Indonesia pun menggunakan lokomotif bermesin diesel dan Mak Itam pun dipindahkan ke Ambarawa untuk digunakan sebagai pengangkut hasil tambang disana.
![]() |
| Museum Kereta Api Sawahlunto |
Berkeliling dengan Mak Itam tentu menghadirkan kesan yang berbeda. Zaat berada di dalam gerbong, Anda akan merasakan suasana zaman dahulu yang begitu kentara seakan Mak Itam berusaha mengajak Anda menembus lorong waktu. Meskipun kondisi Mak Itam sudah mengalami banyak perbaikan, namun nilai sejarah tetap tertinggal di dalamnya. Lokomotif Mak Itam tetap berwarna hitam, begitu juga dinding gerbongnya yang tetap terbuat dari kayu, tempat duduk masih dibuat memanjang menghadap ke jendela, kipas angin dan toiletnya pun masih seperti bentuk asli. Hal menarik yang bisa Anda lihat adalah proses pemasukan batubara ke dalam tungku pembakaran.
![]() |
| Mak Itam |
Tentu Anda sangat jarang melihat pemandangan seperti ini bukan? Saat Mak Itam mulai berjalan, Mak Itam pun mengeluarkan suara seperti terompet yang merupakan penanda keberangkatan. Saat Mak Itam memasuki terowongan panjang, Anda akan benar-benar merasakan suasana zaman dahulu, dimana suasana menjadi gelap dan Mak Itam mengeluarkan bunyi terompetnya. Tak ketinggalan, pemandangan alam Sawah Lunto yang indah akan menemani Anda selama perjalanan.
Namun sangat disayangkan, semua kesenangan di atas hanya terjadi sampai tahun 2012 saja. Pada awal tahun 2013, beberapa kali Mak Itam mengalami mogok akibat pipa pembakaran yang bocor. Oleh karena itu, Mak Itam diistirahatkan di Museum Kereta Api Sawahlunto. Meskipun begitu, Anda tetap mengunjungi Mak Itam di dalam museum. Anda bisa melihat sendiri gerbong kayu yang ditarik Mak Itam untuk membawa penumpang tetap berdiri di sampingnya.
Namun sangat disayangkan, semua kesenangan di atas hanya terjadi sampai tahun 2012 saja. Pada awal tahun 2013, beberapa kali Mak Itam mengalami mogok akibat pipa pembakaran yang bocor. Oleh karena itu, Mak Itam diistirahatkan di Museum Kereta Api Sawahlunto. Meskipun begitu, Anda tetap mengunjungi Mak Itam di dalam museum. Anda bisa melihat sendiri gerbong kayu yang ditarik Mak Itam untuk membawa penumpang tetap berdiri di sampingnya.
Selain menjadi tempat peristirahatan Mak Itam, Museum Kereta Api Sawahlunto juga menyimpan literatur sejarah perkeretaapian di Sawahlunto, dimana Anda akan menemukan berbagai replika lokomotif, jam kuno, lentera, alat pengukur, telepon portabel, seragam petugas, timbangan zaman Belanda dengan batu timbang paling berat sebesar 50 kg, terompet langsir, ketel uap, hingga aneka potret kereta api dari generasi ke generasi. Meskipun tidak banyak ragam benda yang ditampilkan, keterangan pada papan informasi sudah cukup menjelaskan kegunaan benda yang terpajang.
Museum Kereta Api Sawahlunto terletak di Jalan Kampung Teleng, Kel. Pasar, Kec. Lembah Segar, Sawahlunto, Sumatera Barat. Jika Anda berangkat dari Kota Padang, Anda bisa menggunakan bus antar kota di Kawasan Simpang Haru atau terminal pasar. Setibanya di Sawahlunto, beralihlah menggunakan angkutan kota, ojek, bentor, bendi, dan taksi.
Museum Kereta Api Sawahlunto terletak di Jalan Kampung Teleng, Kel. Pasar, Kec. Lembah Segar, Sawahlunto, Sumatera Barat. Jika Anda berangkat dari Kota Padang, Anda bisa menggunakan bus antar kota di Kawasan Simpang Haru atau terminal pasar. Setibanya di Sawahlunto, beralihlah menggunakan angkutan kota, ojek, bentor, bendi, dan taksi.
Berwisata sejarah bermanfaat sekali untuk menambah wawasan, apalagi ditambah suasana alam Sawahlunto yang begitu mengagumkan. Selain memperoleh wawasan, asrinya alam Sawahlunto juga bisa menyegarkan pikiran. Bagi Anda peminat sejarah bahkan penggemar kereta api, jangan lupa mengunjungi Museum Kereta Api Sawahlunto dan lihatlah Mak Itam di dalamnya.


0 komentar:
Posting Komentar